Minggu, 17 November 2013

Doa Setelah Akad Nikah


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلاَءُ خَزَائِنَ اللهِ نُورًا وَتَكُونُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُورًا وَعَلَي آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا العَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا عَقْدًا لَيْسَتْ عَاقِبَتُهُ فِرَاقًا وَلاَ خُصُومًا عَقْدًا مُبَارَكًا لَهُمَا وَعَلَيْهِمَا فِي أُولاَهُمَا وَأُخْرَاهُمَا حَتَّي يَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنْهُمَا يَارَبَّ العَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ وَسِّعْ لَهُمَا الأَرْزَاقَ وَحَسِّنْ لَهُمَا الأَخْلاَقَ وَأَعِذْهُمَا مِنَ الشِّرْكِ وَالشَّكِّ والنِّفَاقِ وَسُوءِ الأَخْلاَقِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَيْنَهُمَا يَاإِلَهَنَا الوِفَاقَ مَالاَنِهَايَةَ وَلاَ غَايَةَ وَجَنِّبْهُمَا عَنِ التَخَاصُمِ وَالفِرَاقِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا النِكَاحَ أَبَدِيًّا سَرْمَدِيًّا حَتَّي يَلْقَاكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنْهُمَا يَارَبَّ العَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ مَعَاشَهُمَا مَعَاشًا طَيِّبًا وَحَيَاةً طَيِّبَةً رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً وَارْزُقْ لَهُمَا ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً تَكُونُ مَعْقِبَةً عَاقِبَةً حَسَنَةً تَكُونُ سَبَبًا لِقُرَّةِ أَعْيُنِهِمَا إِنَّكَ عَلَي مَا تَشَاءُ قَدِيْرٌ وَبِالإِجَابَةِجَدِيْرٌ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيِّدِنَا وَمَولاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَميْنَ


Senin, 01 Juli 2013

RAMADLAN BULAN TARBIYAH




Ramadalan adalah bulan tarbiyah (bulan pendidikan), mendidik manusia agar menjadi manusia yang muttaqin, karena dengannyalah kita bisa menjadi manusia yang mulia, sebagaimana firman Allah swt:
ان اكرمكم عـنـد الله اتقا كم

untuk menjadi manusia yang muttaqin, kita harus kembali menteladani kehidupan Rasulullah saw, bebagai panutan kita, agar masyarakat kita menjadi “khairah ummah” (sebik-baik umat) atau dengan kata lain masyarakat ideal. Sebagaimana masyarakat Rasulullah dan khulafaurrasyidin.

          Keagungan nabi Muhammad dengan budi pekerti luhur, akhlak mulia, serta keteladanan, dalam perspektif sejarah tampak jelas telah memberi pengaruh yang luar biasa terhadap dinamika dan pembangunan masyarakat di  masanya dan di masa khulafaurrasyidin. Masyarakat era nabi dan  khulafaurrasyidin, digelari Allah sebagai khaerah umat "masyarakat ideal"  [qs.Ali Imran :110]. Predikat "masyarakat ideal" itu dicapai dengan tiga kriteria. Pertama, melakukan dan menyerukan kebaikan. Kedua, menghindari dan mencegah kemungkaran, dan ketiga, memperkokok keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Masyarakat masa nabi dan khulafaurrasyidin, yang menjalankan tiga langkah itu yang kemudian disebut "masyarakat ideal", agaknya termasuk dalam kategori masyarakat atau Negara yang difirmankan oleh Allah : "negeri yang sejahtera dan mendapat ampunan Allah" ( طيبة ورب غفور بلدة).
Tugas kita sebagai umat Muhammad SAW adalah perupaya terus menerus melakukan identifikasi aspek-aspek kehidupan nabi dan corak dinamika masyarakat di masa beliau, serta mengimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dewasa ini, sehingga menjadi masyarakat, bangsa, dan Negara yang sejahtera lahir dan batin serta senantiasa dalam bimbingan dan ampunan Allah Rabbul'alamien, dijauhkan dari segala musibah dan mara bahaya.

Sebagai seorang nabi dan Rasul, keagungannya yang melekat adalah keluhuran budi pekerti. Itulah yang ditegaskan oleh Allah dalam al-Qur'an surah al-Qalam ayat 4:
 وَاِنَّكَ لَعَلى خُلُقِ عَظِيْمِ
( sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur).
Penegasan itu, kita temukan pula dalam surah al-Ahzab ayat 21 :
 رسول الله أسوة حسنة لقد كان لكم فى
 (sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah (muhammad SAW) teladan yang baik).

Atas dasar itulah, Nabi Muhammad SAW menegaskan risalah Kerasulannya : "untuk menyempurnakan budi pekerti dan akhlak"
انما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
(sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan ahklak yang mulia).
Budi pekerti dan teladan Rasulullah yang merupakan bagian penting risalahnya, menjadi rahmat bagi seluruh alam. Ini ditegaskan Allah dalam surah Al-Anbiyaa (21) :107)
 وما ارسلناك الا رحمة للـعـا لمين

kami tidak mengutusmu (wahai Muhammad), kecuali untuk menbawa rahmat bagi seluruh alam”.
Kehidupan Rasulullah dilihat dari sisi rahmat, paling tidak dapat ditinjau dari dua faktor penting : Pertama : masyarakat manusia kala itu, sudah kehilangan personifikasi panutan yang dapat ditiru dan dijadikan contoh. Kedua : masyarakat manusia, telah kehilangan orientasi nilai moralitas kehidupan dalam bimbingan dan tuntunan agama. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW tampil sebagai sosok moral sempurna, dengan subtansi pendidikan moral ilahiyah, moralitas di bawah petunjuk Allah. Hal ini, dakui sendiri oleh Nabi, sebagaimana sabdanya:
(فاحسن تأديبي  ادبنى ربى
   (Tuhan yang mendidikku, sehingga hasilnya teramat baik).

Memberi makan untuk berbuka




مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”
HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Selasa, 18 Juni 2013

Renungan Ramadhan




 أ ن النبي صلى الله عليه و سلم رقى المنبر فلما رقى الدرجة الأولى قال آمين ثم رقى الثانية فقال آمين ثم رقى الثالثة فقال آمين فقالوا يا رسول الله سمعناك تقول آمين ثلاث مرات قال لما رقيت الدرجة الأولى جاءني جبريل صلى الله عليه و سلم فقال شقي عبد أدرك رمضان فانسلخ منه ولم يغفر له فقلت آمين ثم قال شقي عبد أدرك والديه أو أحدهما فلم يدخلاه الجنة فقلت آمين ثم قال شقي عبد ذكرت عنده ولم يصل عليك فقلت آمين .
Bahwasanya Nabi SAW nak ke atas mimbar. Ketika menginjak anak tangga pertama, beliau berkata, "Amin." Kemudian saat sampai di anak tangga kedua, beliau berkata, "Amin." Lalu, pada anak tangga ketiga, beliau berkata lagi, "Amin." Mereka (para sahabat) pun bertanya, "Wahai Rasulullah, kami mendengar engkau mengucapkan 'Amin' tiga kali."
Beliau berkata, "Pada waktu aku naik anak tangga pertama, Jibril mendatangiku. Dia mengatakan; Celaka seorang hamba yang mendapatkan Ramadhan tetapi dia tergelincir dan tidak diampuni dosanya. Aku pun berkata; Amin.
Kemudian, Jibril berkata; Celaka seorang hamba yang mendapatkan kedua orangtuanya atau salah satunya, tetapi tidak membuatnya masuk surga. Aku pun berkata; Amin. Lalu, Jibril berkata; Celaka seorang hamba yg disebut namamu di sisinya, namun dia tidak bershalawat kepadamu. Aku pun berkata; Amin.”

Minggu, 05 Februari 2012

PERINGATAN MAULID 1433 H / 2012 M

Bertempat di Masjid Baburrahmah Perumnas Sumberker Jamaah Masjid mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H dengan tema " Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kita hidupkan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.
Acara yang berlangsung meriah tersebut selain diisi dengan ceramah yang dibawakan oleh Ustadz Drs.H.Komaruddin dari Kosek Biak, juga dimeriahkan dengan penampilan grup Shalawat TPQ Baburrahmah yang terdiri dari santri TPQ kelas pra TK. sebelumnya Tahmir Masjid Baburrahmah Mansur Laha,S,Ag memberikan sambutan yang pada dasarnya mengajak jamaah masjid untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan Ust. Komaruddin dalam Hikmah Maulidnya menceritakan tentang sejarah kelahiran nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, seperti Nabi Adam, Isa, Nuh, dll. juga dikisahkan perjuangan rasulullah SAW dalam menegakkan syiar islam. dan mengharapkan umat islam dapat menjadikan Rasullah SAW sebagai suri tauladan dan melaksanakan sunnah-sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.
acara diakhiri dengan pembacaan doa. acara yang dimulai pada pukul 20.00 WIT berakhir pada pukul 22.30 WIT